Rabu, 18 Mei 2016

GARAM & TERANG for Youth

Step-step perjalanan bersama Tuhan hingga mengalami TRANSFORMASI sejati:
 
1.  God’s Presence in My Life.Yesus berkata, ”Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Apa tanda orang yang disertai Tuhan? Bab ini menyingkapkan dengan gamblang tanda-tanda sejati kehadiran Tuhan dalam hidup kita.
  1. A Path To Find His Will. Kehendak Tuhan dalam hidupku. Tuhan di Surga, kita di Bumi; Setinggi langit dengan bumi, bagaimana mengetahui kehendak-Nya bagi diri kita? Misteri ini akan disingkap bagi mereka yang ingin mencari isi hati-Nya.
  1. Romance in Fire! Jatuh cinta berjuta rasanya! Nyalanya seperti nyala api Tuhan, tetapi bisa-bisa membuat hangus tak bersisa. Kebakaran! Dalam bab ini dibahas mengenai jatuh cinta, pacaran dan seks. Jangan sampai kebakaran!
  1. Adventure to The Marketplace.Petualangan Menuju Dunia Kerja yang memberikan kepuasan hidup. Jika salah bekerja pasti BT banget. Tidak terhitung anak muda yang salah jurusan saat kuliah. Makanya I Hate Monday bahkan everyday! So gimana dong rahasianya menemukan pekerjaan yang tepat?
  1. Money! Money! Money! Ga ada duit pusing, kebanyakan duit stress. Mengerti fungsi dan prinsip penggunaan uang menurut Kebenaran Sejati, maka ga lagi pusing dan stress. Yang ada adalah bersyukur. Mau?
6. Time Management vs. Managing Activities. 1 hari 24 jam. Waktu mengatur kita atau sebaliknya? Mencapai target dalam waktu yang terbatas tanpa kekurangan waktu, bagaimana caranya? Apalagi kalau waktu yang sementara ini cakap dikonversi menjadi kekekalan! Pasti luar biasa!

7. Establishing Universal Faith. Panggilan Tuhan pada setiap pribadi berbeda–beda. Namun, maukah Anda menjawab ”Ya” atas panggilan-Nya? Ketaatan seperti apa yang Tuhan inginkan? Telusuri enam tahapan iman dalam bab ini untuk mencapai iman yang memberkati bangsa-bangsa.

8. Restoring Relationship. Menyingkap masa lalu yang mempengaruhi relasi, khususnya dengan orang tua dan saudara. Temukan tiga langkah aplikatif memulihkan kembali relasi yang retak.

9. Able to Cope with the Problems. Perubahan dan masalah yang harus dihadapi muda-mudi masa kini. Apa dan bagaimana? Simak dan terapkan kiat-kiat praktisnya untuk mengalami kemenangan.

10. Never Give Up! Facing Depression. Jangan Menyerah! Menghadapi stress dan depresi anak muda. Saya pun pernah depresi, cerita lengkapnya untuk meraih kemenangan ada dalam bab ini.

11. Grow as a Leader. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang Visioner. One step ahead dibanding orang lain.

Rabu, 06 April 2016

Terang dan Gelap Tak dapat Bersatu

Janganlah kamu menjadi pasangan yang tidak seimbang, namun jadilah pasangan yang sepadan. Sebab apakah persamaan kebenaran dan kedurhakaan? Bagaimana Terang dan Gelap bisa bersatu? (2Kor.6:14)


"Saya yakin saya akan bisa memenangkan pacar saya, dan membuat dia bertobat masuk Kristen". Apabila saudara berkata seperti ini, maka percayalah, 90% kemungkinan yang terjadi adalah sebaliknya. Justru saudaraku lah yang 90% kemungkinan akan tertarik keluar.

Dan bahkan nilai prosentasenya bisa semakin tinggi jika saudari adalah wanita.

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2Kor.6:14)


Dasar dari sebuah hubungan itu seharusnya adalah Iman. Dengan memiliki dasar kepercayaan yang sama, maka jika suatu saat nanti sudah menikah dan terjadi masalah-masalah -dan ini sudah pasti terjadi di dalam semua rumah tangga-, maka pernikahan saudara akan tetap terjaga dengan baik karena persamaan Iman lah yang akan menyatukan saudara suami istri.

Namun jika dasar Iman saudara berbeda, sebaliknya. Sepanjang hidup, setiap kali bermasalah/berantem, pasti akan teringat akan perbedaan agama itu, dan cenderung terdorong untuk kembali ke agamanya yang lama.

Banyak sekali saya sudah temui rumah tangga yang berbeda agama. Alih-alih membuat rumah tangga mereka bersatu semakin kokoh, justru sebaliknya agama lah yang membuat mereka berpisah dan bercerai.

Karena perbedaan prinsip katanya. Loh? Kan dari awal sudah tau berbeda prinsip. :)

Percayalah saudara, Terang dan Gelap tidak bisa bersatu. Jangan bermain-main dengan kebahagiaan seumur hidup saudara. Pilihlah yang terbaik. Yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Jika pasangan kita tidak seiman, maka kita tidak bisa menuntut kepada Tuhan; "Tuhan ini bagaimana kok keluargaku, rumah tanggaku kenapa ngga bahagia? Tolong Tuhan!!" Heii, maaf anda sudah berada di luar garansi yang Tuhan berikan.

Sebaliknya jika pasangan kita adalah pasangan yang seiman, pasangan yang seimbang, pasangan yang sepadan. Maka kita memiliki jaminan kebahagiaan dalam Rumah Tangga kita. Dan itu Tuhan sendiri yang menjamin kita. Baca Ulangan 28:1-14.

Saya berdoa semoga saudara mendapatkan jaminan kebahagian itu, jangan terkena tipu daya iblis untuk menukarnya dengan pasangan yang tidak sepadan. Amin.


Senin, 28 Maret 2016

Berani Tampil Beda


Roma 12:1-2
….supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa oleh dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna
     Berani Tampil Beda! Itulah yang menjadi thema renungan kita kali ini. Tentu kita bertanya-tanya ‘berani tampil beda? Untuk apa kita tampil beda?’
     Jika kita perhatikan sekeliling kita, ada orang yang ingin tampil beda, supaya dapat menarik perhatian orang banyak. Ada pula orang yang ingin tampil beda karna tidak ingin seorang pun menyamai atau menandinginya. Dan ada pula yang ingin tampil beda karena dengan cara itu, ia ingin membuktikan bahwa dia mampu melakukan atau memiliki apa yang tidak sanggup dilakukan atau dimiliki orang lain.
     Berani tampil beda yang kita maksudkan di sini, bukanlah berani tampil beda yang seperti itu. Karena tampil beda yang dilandasi oleh motivasi ingin diperhatikan orang banyak, tidak ingin disamai siapa pun, membuktikan kemampuan diri, dan mungkin masih banyak alasan lainnya, semuanya itu dilandasi oleh akar dosa yang sama, yaitu dosa kesombongan.

     Tuhan ingin kita ini berani tampil beda, bukan untuk sebuah kesombongan, melainkan Tuhan ingin kita berpikir dengan cara pikir Tuhan, walaupun cara pikir ilahi seperti ini sama sekali berbeda dengan cara pikir yang dianut oleh dunia. Hal inilah yang menuntut sebuah roh keberanian. Beranikah kita ikut cara berpikir Tuhan, walaupun untuk itu kita harus tampil beda dari orang-orang di sekeliling kita ?
     Ingat , janganlah kamu menjadi serupa oleh dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu!

      Mengikuti pola pikir Allah, itu berarti berani hidup (untuk berani mati itu mudah, tetapi untuk berani hidup itu lebih sulit) dengan cara pikir ilahi, tidak mengikuti pola pikir duniawi. Cara ini memampukan kita untuk dapat membedakan beberapa tingkatan kehendak Allah
• Baik di mata Allah
• berkenan kepada Allah
• Semrna di hati Allah
     Contoh kecil saja, prinsip ekonomi dunia berkata bahwa ‘dengan pengorbanan sekecil-kecilnya, mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya’ Prinsip ini sangat berbeda sekali dengan prinsip ekonomi Alkibiah yang berkata bahwa ‘Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga’ II Kor 9:6
     Susan, seorang anak muda yang duduk di bangku SMA, sungguh-sungguh berani tampil beda. Susan tidak mau mencontek. Seluruh teman-teman sekelasnya menganggap Susan gila, Kristen sok suci dan aneh. Tapi Susan tidak peduli. Benar saja, nilai Susan ‘apa adanya’, atau lebih tepatnya ‘adanya apa?’ karena nilai-nilai itu memang murni hasil belajar Susan. Pada saat pengumuman kelulusan, semua teman-teman heran, demikian juga dengan guru-guru, heran karena nilai ebtanas murni Susan, jauh di atas nilai hariannya. Sementara itu teman-teman yang tergolong nilainya hariannya bagus-bagus (karna hasil contekan), nilai ebtanas murninya kurang bagus. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Karna Susan membangun ilmu pengetahuan dengan sungguh-sungguh belajar dari ulangan yang satu ke ulangan lainnya, bukan mengejar nilai bagus dengan cara instant/mencontek.
     Beranikah kita para pelajar, para pekerja, punya warna lain ditengah-tengah angkatan yang jahat ini?
     Ketika pertama kali ingin membeli sepeda di sebuah kota yang baru, keluarga Widi, agak bingung menentukan toko mana yang tepat sebagai pilihan. Setelah berkonsultasi pada beberapa orang penduduk asli kota itu, akhirnya Keluarga Widi menentukan satu toko sepeda yang sangat terkenal di kota itu. Apakah Saudara ingin tahu apa komentar orang tentang toko sepeda yang special itu? Semua orang berkomentar ‘Beli di toko yang itu saja , Pak! Pemilik toko itu jujur, dia akan mengatakan yang sebenarnya apakah sebuah sepeda itu asli atau tiruan, dia tidak pernah menipu pembelinya. Tidak seperti toko-toko sepeda lainnya’
     Pemilik toko sepeda ini, berani tampil beda, tidak sama dengan semua toko sepeda lainnya. Dia berani jujur ditengah-tengah angkatan yang tidak jujur.
     Daniel berani tampil beda, dia mau memakai cara pikir Allah,bukan cara pikir dunia. Lewat ketaatannya untuk tidak memakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, namun hanya memakan sayur-sayuran saja, dia didapati sepuluh kali lebih cerdas dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya.
     Yusuf berani tampil beda, dia memilih terali besi daripada bujuk rayu Tante Poti. Secara cara pikir manusia, tentulah langkah kaki Yusuf dari rumah Potifar, sudah sangat mendekati pintu istana Firaun. Akan tetapi tanpa disadarinya, setelah melangkahkan kaki dari pintu penjara akhirnya langkahnya berujung di pintu istana Firaun.
     Ayo, para Profesional Muda! Jangan takut untuk tampil beda. Tuhan tidak memberi kita roh ketakutan, melainkan roh keberanian. (II Tim 1:7)
     Berdoalah, ditengah-tengah lingkungan yang tidak mengenal kuasa doa. Cintailah Firman Tuhan, ditengah-tengah orang-orang yang menganggap Alkitab itu buku kuno. Ikutlah melayani Tuhan, ditengah-tengah orang-orang yang berkata ‘aku malu’, ‘aku tidak punya waktu’ Jujurlah di tempat kerja, di tengah-tengah orang-orang yang pandai mencari-cari keuntungan haram dan menganggap itu semua ‘biasa’. Katakan ‘tidak’ tanpa harus merasa bersalah, jika memang harus berkata ‘Tidak!’
     Akhir kata…..rekan-rekan professional muda, selamat tampil beda!
zwani.com myspace graphic comments

Minggu, 06 Maret 2016

MAU MINTA APA?

1 Raja-raja 3:5-14


Jika ada lampu ajaib yang dapat mengabulkan tiga permintaan, apa yang akan Anda minta? Mungkin Anda sulit memilih sebab banyak sekali yang diinginkan. Untuk memudahkan, coba kita ingat-ingat apa yang selalu Anda minta dalam doa. Umumnya orang meminta kesehatan, berkat (baca: harta), dan perlindungan. Pernahkah Anda memikirkan untuk apa kesehatan, berkat, dan perlindungan yang Anda minta itu? Apa yang akan Anda lakukan dengannya?

Ketika Raja Salomo mendapat kesempatan untuk meminta apa yang ia inginkan, ia tidak meminta umur panjang, kekayaan, atau nyawa musuh, tetapi ia meminta pengertian untuk memutuskan perkara hukum. Salomo tidak meminta kenyamanan atau kemudahan, tetapi ia meminta hikmat sebagai bekal agar ia dapat melakukan tugasnya dengan baik. Pilihan Salomo itu tepat sebab Allah sendiri memandang permintaan itu baik. Allah mengabulkan, bahkan memberikan juga apa yang tidak dimintanya, yaitu kekayaan dan kemuliaan.

Youth, kesehatan, berkat, dan perlindungan sudah kita dapatkan. Namun, tanpa hikmat dari Tuhan, kita akan selalu merasa kurang, selalu merasa terancam, selalu hidup di dalam kekhawatiran. Hikmat Tuhanlah yang paling kita butuhkan. Dengan hikmat dari Tuhan itu, kita akan mampu untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kita juga akan mampu untuk melihat penyertaan Tuhan dalam hidup kita setiap hari. Dengan demikian, kita tidak akan lagi merasa khawatir akan hari esok. Kita juga tidak akan khawatir untuk memasuki tahun yang baru sebab kita tahu bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita. Senantiasa berdoa dan merenungkan firman Tuhan, maka hikmat-Nya akan menyertai kita.